Minggu, 16 Oktober 2011

PARA TOKOH EKONOM YANG BERPENGARUH DI INDONESIA


PARA TOKOH EKONOM YANG BERPENGARUH DI INDONESIA
Mungkin anda belum banyak tahu siapa para ekonom yang perpengaruh di Indonesia , Dibawah ini adalah tokoh ekonom yang berpengaruh di Indonesia versi saya.
1.      DR. (H.C) Drs. H. Mohammad Hatta
Biasanya Beliau dipanggil sebagai Bung Hatta, Beliau Lahir di Bukit tinggi Sumatera Barat , 12 agustus 1902.Jasa – jasa beliau sangatlah banyak sebagai Pejuang kemerdekaan, proklamator, negarawan dan wakil presiden dan sangat banyak dikenal sebagai bapak perkoperasian Indonesia.
Beliau bersekolah dipendidikan dasar melayu Fort de kock pada tahun 1913 – 1916 melanjutkan studinya ke Europeessche Lagere School (ELS) di Padang. Saat usia 13 tahun sebernarnya dia sudah masuk ke HBS setingkat SMA di Batavia tapi ibunya menginginkan beliau tinggal di Padang, akhirnya beliau meneruskan pendidikannya di MULO padang. Baru pada tahun 1919 beliau meneruskan pendidikannya di sekolah tinggi dagang Prins Hendrik School di Batavia. Pada 1921 Beliau pergi ke Rotterdam, Belanda untuk  belajar ilmu bisnis di Nederland handles school sekarang menjadi Universitas Erasmus
Pada 27 November 1956 beliau mendapat gelar Doctor Honoris causa di Universitas Gajah mada Yogyakarta dibidang ilmu hukum.
2.      SRI SULTAN HAMENGKUBUWANA IX
Sri Sultan Hamengkubuwana IX lahir di Yoyakarta 19 april 1912 beliau adalah pemimpin kasultanan Yogyakarta dan gubernur Yogyakarta sampai tahun 1988. Beliau bersekolah di taman kanak kanak Frobel school pada tahun 1925 dan diteruskan di Hogere Burger School setingkat SMP – SMA di Semarang.
Diteruskan di Bandung pada tahun 1933 di Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi
Jabatan Beliau :
·         Pernah menjabat sebagai wakil Presiden pada tahun 1973 sampai dengan tahun 1978
·         Wakil perdana menteri bidang ekonomi 11 pada tahun 1966
·         Menteri coordinator pembangunan 1966
·         Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 1959
·         Ketus siding ke 4 (Economic Commision for Asia and the Far East) dan ketua pertemuan Regional
Beliau sangat berjasa pada masa Agresi Militer ke-2 karena beliau menggunakan dana pribadinya untuk mengaji pegawai republik Indonesia.

3.      Prof. DR. ALI WARDHANA
Beliau lahir di Solo, Jawa Tengah 6mei 1928, Beliau menjabat sebagai Menko Ekonomi Industri dan Pengawasan Pembangunan setelah Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Dan pernah sebagai Menteri Keuangan pada tahun 1968 sampai dengan 1983 pada masa Presiden Suharto.

4.      DR. Sjahrir
DR. Sjahrir adalah Lulusan S-1 di UI dan S-2 di hardvard, Beliau lahir pada 24 februari 1945 di Kudus Jawa Tengah.
Ia kemudian mendirikan lembaga yang bernama Institute for Economic and Financial Research (ECFIN) bersama sama rekan – rekan ekonomnya. Salah satunya adalah Dr mari Elka Pangestu yang kini menjadi menteri perdangangan Republik Indonesia. Dan juga mendirikan yayasan Padi & kapas yang kegiatan utamanya adalah Penelitian, Pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Hingga akhir hayatnya, Sjahri aktif sebagai Konsultan dan penasihat untuk bank – bank dan perusahaan publik. Banyaknya seminar ekonomi yang dihadirinya sebagai pembicara, serta lebih dari selusin buku yang di terbitkanya, memantapkan namanya sebagai kritikus dan analisis ekonomi yang cukup dipandang di negeri ini, sejak tahun 1994 ia menjadi nara sumber di Dewan Sosial & Politik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
5.      Prof. DR. Soemitro Djojohadikoesoemo
Beliau lahir di Kebumen 29 mei 1917, beliau adalah seorang ekonom yang sangat terkenal di Indonesia, ayah dari Prabowo Subyanto adlah seorang menteri ekonom di era pemerintahan presiden Suharto.
Beliau banyak mempunyai karya – karya seperti :
·         (Belanda) Raden Mas Soemitro Djojohadikoesoemo (1943) Het volkscredietwezen in de deprpssie, Harlem  : Bohn
·         (Indonesia) Sumitro Joyohadikusumo (1947) Beberapa soal keuangan, Djakarta  : Poestaka Rakjat
·         (Indonesia) Soemitro djojohadikoesoemo (1946) Soal bank di Indonesia, Djakarta  : Poestaka Rakjat
·         (Indonesia) Soemitro djojohadikoesoemo (1952) Laporan devisen tahun 1950 dan 1951 , Djakarta : Kementerian keuangan
·         (Indonesia) Soemitro djojohadikoesoemo (1954) Pandangan tjara2 menghadapi kesukaran2 ekonomi di Indonesia, Kementerian Penerangan Republik Indonesia
·         (Indonesia) Soemitro djojohadikoesoemo (1954) Koperasi – koperasi diluar Indonesia, Djakarta  : Kementerian PP dan K
·         (Indonesia) Soemitro djojohadikoesoemo (1977) Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan hankamnas.
Itulah sekilas informasiyang saya berikan tetang para ekonom yang berpengaruh di Negara Indonesia, semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi anda.
Sumber :




Senin, 10 Oktober 2011

PERMASALAHAN DUNIA POLITIK DAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari banyak etnik , suku, ras , agama yang menjadi satu kesatuan yaitu Negara Indonesia yang mempunyai dasar Negara yang disebut Pancasila dan sistem pemerintahan Demokrasi  dan dasar hukum Undang Undang dasar 1945 yang menjadi landasannya.
Secara lengkap sebagai berikut Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.
Dan dalam dunia perekonomian Indonesia mempunyai gambaran sebagai Sistem ekonomi yang awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.

Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu, yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.
Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.
walaupun sudah ada penangan dari lembaga Negara yang disebut KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tetapi praktik korupsi bukanya tambah berkurang justru meningkat dari tahun ke tahun. Korupsi merupakan sebuah masalah ekonomi yang berakar pada struktur sosial-politik masyarakat Indonesia. Korupsi bukanlah sebuah masalah moral semata, seperti yang dikatakan oleh sebagian besar orang yang meyakininya. Sekalipun tentu saja masalah moral memiliki peran penting dalam menyuburkan praktek korupsi di Negara kita, akan tetapi peran tersebut tidak tidak terlepas dari struktur politik kekuasaan yang memberikan ruang untuk munculnya masalah korupsi ini. Belakangan ini, begitu banyak terdengar upaya kampanye sederhana (soft campaigne), baik pemerintah, tokoh masyarakat, NGO/LSM, hingga tokoh-toko agama tentang seruan serta imbauan kepada masyarakat untuk terus memperbaiki akhlak dan nilai-nilai moral yang selama ini dianggap biang terjadinya korupsi di Indonesia. Media yang digunakan beragam, mulai dari iklan TV, Koran, Majalah, Tabloid hingga pamflet dan selebaran, yang intinya adalah menekankan kepada masyarakat bahwa, “jika ingin korupsi dibasmi, maka perbaikilah moral dan akhlak dasar kita, sebab moral yang bobrok merupakan akar penyebab korupsi di Indonesia”. Upaya tersebut bukan salah, namun keliru memandang persoalan secara objektif dan komprehensif. Bahkan kekhawatiran terbesar masyarakat adalah, “jangan sampai upaya kampanye anti korupsi yang terus menerus menyudutkan masalah moral sebagai biang keladi menjamurnya korupsi, hanya dijadikan sebagai upaya “cuci tangan” dan “pengalihan isu” dari para pejabat korup, sehingga dengan demikian, masyarakat kian lupa dengan faktor utama yang mendorong lahirnya praktek korupsi tersebut, yakni ; Bangunan kekuasan yang otoriter, menindas dan terpusat kepada segelintir orang saja”. Rendahnya moralitas seseorang, memang menjadi salah satu varian penyebab korupsi, namun masih ada hal yang lebih penting dari akar persoalan membudayanya praktek korupsi, yang tentu lebih substansial dari sekedar alasan moralitas.
Salah satu di antara banyak faktor yang berperan menyuburkan korupsi adalah “sentralisme kekuasaan”, atau struktur pemerintahan yang memusatkan kekuasaan di tangan segelintir elit saja. Bayangkan, jika kekuasaan dijalankan dengan tangan besi, betapa mudahnya praktek korupsi ini dilakukan atas nama kepentingan bersama. Sama persis dengan praktek kekuasaan yang dijalankan oleh pemerintahan Orde Baru Soeharto, dimana pemerintah dengan begitu mudahnya menghisap pajak dan uang rakyat atas nama dan untuk pembangunan. Siapa yang menghalang-halangi, dicap sebagai anti pemerintah, membahayakan stabilitas Negara, hingga tuduhan komunis gaya baru dan lain sebagainya. Hakekatnya, kekuasaan Negara yang terpusat kepada segelintir orang saja, tentu akan mengakibatkan dominasi dan hegemoni yang kuat terhadap mayoritas rakyat Indonesia. Hal inilah yang menjadi factor penting mengapa korupsi begitu sangat mudahnya tumbuh subur dan berkembang di Indonesia.

Dan masalah Pembangunan dan Pemerataan Penduduk masih kita hadapi saat ini , Pada kenyataanya kita sudah menggunakan kebijakan otonomi daerah yang memungkinkan pembangunan dapat merata pada setiap daerah akan tetapi kepadatan penduduk di kota – kota besar sangat tinggi dan mengakibatkan masalah – masalah baru misalnya kesenjangan sosial, Pengangguran , Pendidikan , dan masalah baru yang lainnya. Apalagi sumber daya alam kita yang banyak dikuasai bangsa asing menambah permasalahan di Bangsa ini,
SUMBER ;
·        http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#Politik_dan_pemerintahan
·        http://lidia.ngeblogs.com/2011/09/29/membongkar-jejak-sejarah-budaya-korupsi-di-indonesia/

KIAT – KIAT MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR BAGI MAHASISWA

KIAT – KIAT MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR BAGI MAHASISWA
  Meningkatkan produktivitas dan motivasi untuk belajar dikalangan mahasiswa seperti kita biasanya tidak cukup mudah, hal ini sering saya alami . perasaan malas dan bosan biasanya mengganggu kita ,rasanya ingin kita cabut dari mata kuliah yang kita ikuti. Apalagi ditambah banyaknya tugas - tugas yang menumpuk dari dosen  yang setiap minggu harus kita hadapi , entah itu tugas kelompok ataupun tugas individual / mandiri.
Kadang – kadang kita berfikir apakah kita salah jurusan yang kita ambil saat ini , hal ini berbanding terbalik dengan apa yang kita inginkan sebelumnya , maklum saya mahasiswa jurusan Akuntansi yang tiap kali harus berhadapan dengan tugas dan soal – soal yang berhubungan dengan hitung – menghitung,  Dan akhirnya nilai IPK kita tidak seperti yang kita inginkan.
   Hal ini perlu kita pertanyakan , mengapa saya menjadi malas – malasan seperti ini ?
Mungkin banyak faktor yang kita alami dan membuat kita menjadi malas untuk belajar, harus kita ketahui apakah faktor – faktor itu:
·         bosan dengan rutinitas kuliah yang mengharuskan kita untuk aktif dalam semua hal
·         tertinggal  bahan materi kuliah yang sangat banyak
·         karena lingkungan di sekitar kita seperti teman
·         belum begitu mengerti dengan materi kuliah tersebut
·         kurangnya disiplin waktu
·         kurangnya spirit dan motivasi tambahan dan lain lain.
Nah, bagaimana sekarang menghadapi factor factor tersebut dengan baik dan apa solusi untuk permasalahan yang kita bilang sangat rumit?
Pertama – tama kita harus bercemin flashback pada diri kita mengapa kita memilih jurusan itu dan apa tujuan kita apabila kita lulus nanti bisa dengan kata lain keinginan kita kelak
Jalani semua dengan rasa penuh ikhlas dan senag hati apabila kita menjalani dengan separuh hati menjadikan kita tidak merasa nyaman, selalu ucapkan dalam hati bahwa tujuan kuliah bagi kita sebelum berangkat menuju kampus, hal itu dapat membuat kita lebih mantap dan selalu ingat dengan tujuan awal kita kuliah.
Perhatikan dengan seksama dan pahamilah waktu dosen menjelaskan materi kuliah , apabila ada satu hal yang kita tidak mengerti bertanyalah pada dosen tersebut dan minta agar sekali lagi diulang penjelasan tersebut. Buat catatan kecil untuk tugas tugas kuliah dan catat tanggal akhir dikumpulkan , catatan itu berguna untuk mengingatkan kita ,
Gunakan cara belajar yang efektif  Jangan belajar pada waktu akan UTS atau UAS , belajar itu jangan terlalu lama hanya perlu baca memahami materi dan mengerjakan latihan soal soal kira kira satu setengah jam perhari sangatlah cukup bagi kita , dan gunakn cara belajar yang menyenangkan misal dengan mendengarkan music  atau mengunakan ringkasan bagan bagan dalam materi yang penting dan perlu dihafalkan.

Memilih teman dalam pergaulan kita, Bukanya kita menjadi orang yang pilih pilih dalam pertemanan akan tetapi seringlah anda berbicang -  bicang dengan teman yang menurut anda cukup rajin dalam hal kuliah hanya untuk bertukar pendapat , sharing , atau bertanya tentang materi yang anda kurang pahami dan kuasai hal ini bisa meningkatkan pemahaman anda tentang materi.
Sempatkan waktu satu hari dalam seminggu untuk refreshing diri anda agar tidak membuat anda penat akan padatnya rutinitas dalam seminggu itu dengan berjalan – jalan di tempat yang anda sukai atau menuangkan hobi anda.
Satu hal lagi Jangan lupa dengan Ibadah , bagi Muslim jangan lupa Sholat karena dengan kita beribadah membuat perasaan hati dan pikiran kita menjadi lebih rileks dan tenang  dan selalu merasa dekat dengan Tuhan  Yang Maha Esa , sebab kita dapat mensyukuri nikmat hidup yang diberikan – NYA, hal itu yang membuat kita lebih merasa tentram didalam hati kita.
Semoga kiat – kiat diatas dapat membantu anda untuk meningkatkan semangat belajar anda.


Selasa, 04 Oktober 2011

CARA MEMAJUKAN PERKOPERASIAN DI INDONESIA

CARA MEMAJUKAN PERKOPERASIAN DI INDONESIA
Untuk membuat koperasi – koperasi di Indonesia dapat berkembang tentu tidak mudah karena banyak hal dan langkah yang harus dipenuhi dan  dijalani, Agar perkoperasian tetap maju dan berkembang karena koperasi adalah badan usaha  alternatife yang bertujuan meyejahterakan para anggota – anggota koperasi itu, koperasi juga sesuai cita - cita bangsa Indonesia serta berazas kekeluargaan.
Sayang sedikit sedikit tenaga yang mengerti proses dan cara kerja untuk mengembangkan perkooperasian tersebut, jadi koperasi tidak berkembang.
Padahal fungsi koperasi adalah
1.      Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2.      Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.      Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya.
4.      Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
5.      Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa.
Jika saya menjadi presiden di Indonesia maka saya akan memajukan koperasi di Indonesia dengan cara memperbanyak jumlah koperasi dan mengajak serta seluruh masyarakat untuk membangun koperasi yang lebih baik.

Untuk itu diperlukan cara – cara untuk memajukan perkoperasian, dengan cara dibawah ini :
1.      Memperbaiki sistem  kerja orang – orang Internal dalam  koperasi
Biasanya sistem kerja intern dalam koperasi kurang rapid an sejalan dikarenakan kurangnya komunikasi dan informasi dua arah misalkan dari atas ke bawahan dan itu akan berdampak pada bekerjanya perkoperasiaan tersebut.

2.      Pemberian Pendidikan Berkoperasi yang dilakukan oleh kementerian dan UKM
Mungkin banyak diantara anggota yang mempunyai pengetahuan berkoperasi yang sedikit,dengan pemberian pendidikan berkoperasi mungkin dapat membantu mereka untuk mengembangkan ide – ide yang dapat memajukan koperasi dikemudian hari.

3.      Melakukan Promosi melalui banyak media Informasi.
Promosi dilakukan  dengan  perbaikan tentunya, dari fasilitas kantornya, atau dari segi pelayanan dan media masa yang dipilih mungkin bisa surat kabar, media online internet dan masih banyak lagi.

4.      Perekrutan  anggotan yang berkompeten  tinggi
Untuk penunjang perbaikan harus ada perekrutan anggota yang berkompentensi tinggi supaya perkooperasi tumbuh pesat dan banyak mempunyai cabang cabang.

5.      Memberikan Ketrampilan – ketrampilan di bidang lain pada anggota khususnya koperasi unit usaha.
Pemberian ketrampilan kepada anggota supaya para anggota dapat mempunyai ketrampilan yang lain,dan dapat dikembangkanya sebagai usaha sampingan .

6.      Penerapan sistem GCG
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.
Konsep GCG sektor koperasi perlu dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjawab tantangan pengelolaan koperasi yang semakin kompleks. Implementasi GCG perlu diarahkan untuk membangun kultur dan kesadaran pihak-pihak dalam koperasi untuk senantiasa menyadari misi dan tanggung jawab sosialnya yaitu mensejahterakan anggotanya.

Langkah pertama, Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG. Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk mensejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi,misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara professional, amanah, dan akuntabel
Langkah kedua, perbaikan secara menyeluruh. Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia. Semoga.

Langkah ketiga, pembenahan kondisi internal koperasi. Praktik-praktik operasional yang tidak tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.

Pada akhirnya, implementasi GCG sektor koperasi diharapkan akan semakin menambah nilai tambah koperasi Indonesia untuk lebih berdayaguna dalam memajukan perekonomian Indonesia yang sedang dalam proses perkembangan


Sumber:
·         renytriutami.blogspot.com/2010/10/cara-memajukan-koperasi.html
·        Sumber : www.hrcentro.com
 http://www.dataworks-indonesia.com/resource/cooperative/index.php?act=article&id=608&           title=Artikel%20Tentang%20Koperasi&title2=Menjadikan%20Koperasi%20Sebagai%20Soko%20Guru%20Perekonomian%20Dengan%20Implement