Minggu, 19 Desember 2010

PENGANTAR BISNIS BAB 9


KEWIRAUSAHAAN
KEWIRAUSAHAAN/ENTREPHENEURSHIP adalah perilaku dinamis,berani mengambil resiko,reaktif dan berkembang.
Pelaku entrepheneurship disebut entrepheneur. Pelaku yang dapat mengambil kesempatan peluang pasar atau menciptakan peluang pasar.
Ciri- ciri kewirausahaan:
1.      Memiliki visi dan misi yang jelas
2.      Inisiatif dan imajinatif,proaktif
3.      Berani mengambil resiko
4.      Berorientasi pada prestasi
5.      Kerja keras
6.      Ulet
7.      Tekun
8.      Pantang menyerah

Tahap tahap kewirausahaan
Tahap memulai usaha
Tahap melaksanakan usaha
Tahap mengembangkan usaha
Tahap mempertahankan usaha

PERKEMBANGAN FRANCHISING(WARALABA) DI INDONESIA:
Waralaba atau franchising dalam bahasa prancis berarti kejujuran atau kebebasan
Yaitu hak hak untuk menjual produk atau jasa ,perkembangan waralaba di Indonesia:
Adapun yang dimaksud dengan hak kekayaan intelektual (HKI) dalam arti waralaba tersebut di atas adalah meliputi antara lain : Merek, Nama Dagang, Logo, Desain, Hak Cipta, Rahasia Dagang dan Paten. Selanjutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas usaha misalnya : sistem manajemen, cara penjualan atau penataan atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

ISTILAH-ISTILAH WARALABA:
1.perjanjian waralaba(franchise agreement) yaitu: perjanjian sering kali dihubungkan dengan perjanjian tambahan missal perjanjian retail barang,perjanjian untuk pemasok komponen,perjanjian iklan.

2.pemegang utama lisensi waralaba(master franchisee)
Pihak yang berhak mengoperasikan waralaba di suatu daerah yang cakupanya luas,umumnya dimungkinkan untuk membuka dan mengoperasikan gerai gerai waralaba di daerah yang cakupannya lebih kecil atau disebut juga sub franchisees

Ciri utama bisnis waralaba adalah  kesempatan mandiri,dukungan pemasaran,kesempatan menggunakan nama dan jaringan dan dilandasi perjanjian.Keuntungan bisnis waralaba adalah proses belajar singkat,menggunakan nama usaha yang terkenal,mendapat bantuan memulai usaha,jaminan suplai dan dukungan usaha lain,serta kekuatan dalam kegiatan promosi yang efisien.Dimana ada keuntungan pasti ada kerugiannya,yaitu meski usaha milik sendiri,kebijakan umumnya masih ditentukan oleh franchisor(penjual waralaba) dan untuk membentuk sistem yang baku perlu proses yang birokratis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar